Hasri Musik Entertainment (HME) - Bali ---- Melayani Kursus Musik : Gitar,Clarinet,Piano/keyboard dan Vokal : Paduan Suara dan Personal ---- Entertainment : Band,kwartet,trio,duet electone, wedding ceremony
Catatan
Kami melayani kursus untuk private dan grup:Terdapat dua Paket yang kami tawarkan yakni:
Paket I Terdiri dari 24x pertemuan dengan materi :
* Teknik Dasar 8x pertemuan
* Pengembangan Teknik dan etude 8x pertemuan
* Lagu/buah musik 8x pertemuan
Materi Pada Paket II :
* Pengembangan lagu dalam berbagi nada dasar
* Improvisasi
* Konser musik (menampilkan hasil pembelajaran dalam bentuk konser bersama)
Untuk Harga dan Jadwal dapat menghubungi kami lewat e-mail : hasrimusik@gmail.com
Selasa, 29 Januari 2013
Mendeteksi Kerusakan Piano
Kita dapat membagi 2 bagian untuk Mendeteksi kerusakan Piano kita . yaitu Eksterior dan Interior .
1. Mendeteksi Eksterior Piano
Eksterior piano berperan besar dalam kualitas musik. Kerusakan eksterior tidak hanya akan mengurangi nilai estetika piano, tetapi juga dapat menunjukkan masalah interior. Tanda-tanda kerusakan:
1. Tombol piano yang terkikis
Tombol piano kerap ditekan dalam permainan. Jika keyboard terlihat aus, mungkin mengalami masalah serius di dalam. Tekan setiap tombol beberapa kali. Pada waktu menguji panjang dan volume suara, perhatikan hal-hal berikut:
Suara berdengung dan getaran aneh.
Nada yang tidak panjang semestinya.
Nada yang Off-pitch
Kunci yang terdengar seperti dua nada terdengar sekaligus.
Nada yang sama sekali tidak terdengar.
2. Retakan di piano
Warna memudar dan retakan pada piano sering disebabkan oleh kelembaban. Jika kerusakan oleh kelembaban telah mempengaruhi eksterior kayu, Anda dapat dengan berasumsi bahwa interior kayu telah rapuh. Periksa semua sisi piano untuk retak, goresan, warna memudar akibat sinar matahari, kayu yang berubah bentuk dan melengkung, ini semua bisa mengurangi kualitas suara.
3. Tidak merespons pedal piano
Pedal piano yang telah rusak memiliki kemungkinan terlepas dari bagian sekitarnya; pedal yang tidak bergerak sama sekali merupakan masalah yang lebih besar. Uji masing-masing pedal dengan keyboard – bahkan jika Anda tidak tahu fungsi pedal kaki – dan pastikan mereka menghasilkan nada yang bersih seimbang.
Tidak berencana untuk menggunakan pedal? Perhatikan mereka juga. Jika ada sesuatu yang tidak beres di belakang pedal Anda dan daerah lain dari piano mungkin menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
2 Mendeteksi Interior piano
Interior piano dapat menunjukkan kerusakan lebih parah dari yang lain. Keausan adalah normal, tetapi masalah berikut menunjukkan kurangnya pemeliharaan:
1. Kerusakan papan suara
papan suara adalah sepotong kayu besar di bawah sebuah piano grand, dan di bagian belakang upright. Celah dari papan suara mengubah timbre piano, dan dapat menyebabkan dengung aneh dan suara berderik.
Periksa jika ada tulang kayu (ribs) yang terlepas dari papan suara. Jika hal ini terjadi, akan terjadi getaran dua nada, jadi perhatikan sekalipun jika ada dengungan kecil waktu tombol ditekan.
Periksa potongan kayu (bridge) yang mengangkat senar. Apakah bridge ini retak, tidak merata, atau terlepas dari papan suara, akan ada dengungan, dan kerusakan yang lebih parah akan terjadi.
2. Kerusakan Pinblock
pinblock adalah sepotong kayu di dekat bridge yang menahan pin tuning tetap berada di tempatnya. Jika kayunya rusak, pin tuning dapat menjadi longgar, menyebabkan suara berdengung dan pitch buruk.
Dengarkan kunci yang mengeluarkan dua suara atau lebih pada waktu bersamaan. Tombol Piano biasanya melekat pada dua atau tiga senar, dan kerusakan pinblock dapat memungkinkan hanya satu dari senar yang mengeluarkan nada, menyebabkan dua pitch yang berbeda.
Amati kualitas kayu di pinblock, dan pastikan tidak ada retak atau pecah. Periksa pin tuning yang longgar, dan periksa pinblock dan senar yang berkarat.
3. Kain felt di Hammers yang robek
Setiap hammerhead terlindung dalam kain felt, kain felt yang robek dapat mengganggu timbre piano. Perhatikan jika ada kayu yang keluar dari kain felt. Mainkan setiap tombol, dan dengarkan nada yang keras dan kaku, terutama di tombol treble. Jangan mencoba untuk mengelem kembali kain felt; Kain felt di press melekat pada hammer dengan tekanan berton-ton.
http://educpiano.blogspot.com
Jumat, 28 September 2012
TEKNIK VOCAL
UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL :
1. Artikulasi
Artikulasi sangat diwajibkan bagi seorang penyanyi, karena pesan sebuah lagu disampaikan melalui syair yang dinyanyikan penyanyi tersebut.
Artikulasi berkaitan dengan bahasa yang digunakan pada lagu tersebut. untuk lagu berbahasa Indonesia, latihan dapat Anda bagi menjadi dua, yaitu :
- Huruf Vokal/hidup
Huruf vokal terdiri dari huruf A, I, U , E, O. latihlah berulang-ulang melafalkan kelima huruf ini. Buka mulut anda selebar-lebarnya sesuai dengan huruf yang anda lafalkan.
Perlu diperhatikan, setiap huruf harus dilafalkan dengan benar, huruf A harus benar-benar berbunyi A bukan HA atau AH, huruf I bukan IH, huruf E, benar-benar berbunyi E bukan Ek, dan seterusnya. Jadi latihlah selalu melafalkan huruf-huruf vokal ini secara rutin.
- Huruf Konsonan/mati
Huruf konsonan adalah huruf selain A,I,U,E dan O. lafalkan benar-benar huruf ini dengan baik. Perlu diperhatikan pada huruf B, P, dan T, jangan melakukan penekanan yang berlebihan pada ketiga huruf ini.
2. Pernafasan
Pernafasan ada dua yaitu pernapasan perut dan diafragma. Pada pernapasan perut, ronga perut berfungsi untuk menyimpan udara, seseorang yang menggunakan pernapasan perut akan terlihat, perutnya akan selalu bergerak seiring nafas orang tersebut. sedangkan pernapasan diafragma menggunakan rongga dada untuk menyimpan udara. Dalam bernyanyi dan memainkan alat musik tiup dianjurkan untuk menggunakan pernapasan diafragma ini. Dengan menggunakan pernafasan diafragma, penggunaan udara/napas lebih efektif dalam membantu produksi suara.
Latihlah pernapasan ini, dengan cara menarik nafas dengan mengisi rongga dada, bukan perut. Lalu buang/keluarkan nafas anda perlahan-lahan. Lakukan latihan ini bersamaan dengan latihan huruf vokal A. I, U, E, O.
3. Solfegio
Latihan solfegio dapat dilakukan dengan bantuan gitar atau alat musik melodis lainnya. Misal jika menggunakan gitar, petik satu senar/nada lalu ikuti dengan vokal anda. Tirulah nada gitar tersebut seakurat mungkin dengan suara anda. Lanjutkan latihan dengan nada-nada lain. Latihan ini berguna untuk melatif kepekaan anda terhadap nada, dan akurasi nada yang anda nyanyikan.
Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
Pernafasan Dada: cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
Pernafasan Perut: udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.
Pernafasan Diafragma: adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.
(Disadur dari : http://carapedia.com/)
1. Artikulasi
Artikulasi sangat diwajibkan bagi seorang penyanyi, karena pesan sebuah lagu disampaikan melalui syair yang dinyanyikan penyanyi tersebut.
Artikulasi berkaitan dengan bahasa yang digunakan pada lagu tersebut. untuk lagu berbahasa Indonesia, latihan dapat Anda bagi menjadi dua, yaitu :
- Huruf Vokal/hidup
Huruf vokal terdiri dari huruf A, I, U , E, O. latihlah berulang-ulang melafalkan kelima huruf ini. Buka mulut anda selebar-lebarnya sesuai dengan huruf yang anda lafalkan.
Perlu diperhatikan, setiap huruf harus dilafalkan dengan benar, huruf A harus benar-benar berbunyi A bukan HA atau AH, huruf I bukan IH, huruf E, benar-benar berbunyi E bukan Ek, dan seterusnya. Jadi latihlah selalu melafalkan huruf-huruf vokal ini secara rutin.
- Huruf Konsonan/mati
Huruf konsonan adalah huruf selain A,I,U,E dan O. lafalkan benar-benar huruf ini dengan baik. Perlu diperhatikan pada huruf B, P, dan T, jangan melakukan penekanan yang berlebihan pada ketiga huruf ini.
2. Pernafasan
Pernafasan ada dua yaitu pernapasan perut dan diafragma. Pada pernapasan perut, ronga perut berfungsi untuk menyimpan udara, seseorang yang menggunakan pernapasan perut akan terlihat, perutnya akan selalu bergerak seiring nafas orang tersebut. sedangkan pernapasan diafragma menggunakan rongga dada untuk menyimpan udara. Dalam bernyanyi dan memainkan alat musik tiup dianjurkan untuk menggunakan pernapasan diafragma ini. Dengan menggunakan pernafasan diafragma, penggunaan udara/napas lebih efektif dalam membantu produksi suara.
Latihlah pernapasan ini, dengan cara menarik nafas dengan mengisi rongga dada, bukan perut. Lalu buang/keluarkan nafas anda perlahan-lahan. Lakukan latihan ini bersamaan dengan latihan huruf vokal A. I, U, E, O.
3. Solfegio
Latihan solfegio dapat dilakukan dengan bantuan gitar atau alat musik melodis lainnya. Misal jika menggunakan gitar, petik satu senar/nada lalu ikuti dengan vokal anda. Tirulah nada gitar tersebut seakurat mungkin dengan suara anda. Lanjutkan latihan dengan nada-nada lain. Latihan ini berguna untuk melatif kepekaan anda terhadap nada, dan akurasi nada yang anda nyanyikan.
Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
Pernafasan Dada: cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
Pernafasan Perut: udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.
Pernafasan Diafragma: adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.
(Disadur dari : http://carapedia.com/)
Jumat, 07 September 2012
Suara tinggi tanpa teriak
Masalah suara tinggi memang sudah bawaan range vokal masing-masing
orang. Range vokal standar penyanyi itu 3 oktaf.. dari oktaf rendah sampai
oktaf tertinggi berdasarkan scale masing2 (do-re-mi-fa-sol-la-si-do sampe 3
oktaf..) namun ada juga orang yg
memiliki range vokal di atas 3 oktaf.. bisa sampai 4, 5, bahkan 6 oktaf….walaupun
demikian, kita masih bisa melatih (meng-expand) range kita agar mampu mencapai nada
tinggi:
1) Lakukan pemanasan. lemaskan pita suara dengan menyanyikan
bunyi "ah", "mah", "doh", atau "mi',
"mei", "mah", "mow", "mu" dalam oktaf
rendah maupun oktaf tinggi scale vokal kamu.
2) Lakukan latihan sesering mungkin, lebih bagus kalau dilakukan
setiap hari karena pita suara dapat kembali melempem/melemas jika tidak sering
dilatih. Lebih baik lakukan latihan dengan piano atau keyboard agar nadanya lebih
tepat.
3) Nyanyikan satu lagu yang kira-kira mampu mencapai oktaf
tertinggi kamu. Ulangi lagu tersebut 2 sampai 3 kali. sebaiknya dilakukan
dengan santai, dan ambil napas secukupnya, dan bayangkan/konsentrasi kalau nada
tinggi itu mudah kamu capai, setelah mampu menyanyikan nada tinggi tersebut
dengan baik, maka latihlah suara kamu dengan lagu lain yang nada tingginya
kurang lebih sama dengan lagu sebelumnya.
4) Nyanyikan satu lagu yang mampu mencapai oktaf terendah
kamu. Ikuti cara latihan yang tertulis di nomor 3). jika menemukan kesulitan, coba
nyanyikan "mah" atau "ah". Setelah mampu menyanyikan nada
rendah tersebut dengan baik, maka latihlah suara kamu dengan lagu lain yg nada
rendahnya kurang lebih sama dengan lagu sebelumnya.
- hindari mengkonsumsi makanan/minuman yang mengandung susu,
krn zat ini akan melapisi pita suara kamu dan menyebabkan pita suara menjadi
tegang. minunlah teh hangat untuk melemaskannya.
- banyak minum air putih
- minum madu+lemon hangat..
- Jangan lupa pakai pernafasan yang bener.. Karena ini salah
satu yang membuat output suara kamu jadi oke..
- jangan pernah
memaksakan kemampuan oktaf! ulangi pelan2, dengan napas yang cukup
- setelah kamu berhasil mencapai suatu oktaf yg diinginkan
dengan sempurna, maka otomatis oktaf tersebut akan mudah dicapai pada
kesempatan berikutnya
- nikmati latihannya, jika kamu berlatih dengan
"enjoy" maka suara yg kamu hasilkan akan terdengar lebih jelas dan
santai
Minggu, 26 Agustus 2012
Tahapan Belajar Organ
Ada beberapa tahapan untuk dapat mempelajari cara awal
bermain musik organ dengan baik yang kesemua tahapan itu memang sangat
berkaitan satu sama lainnya,layaknya anda mengikuti kelas kursus organ ada
beberapa langkah yang harus di lakukan :
Tahap yang pertama mengenai pengenalan tentang kunci kunci
nada dari nada yang mayor sampai yang minor.seperti contoh : kunci nada C , Dm
, Em, F, G, Am, dst...keterangan : apabila tertulis C disebut sebagai kunci
nada C mayor, kalau tertulis Cm disebut C minor.dst
Tahap kedua pengenalan tentang cara pengoperasikan organ dan
pengenalan jenisi jenis musik dan suara yang ada di organ tersebut, ini bisa
dilihat dari buku katalog atau buku panduan dari organ tersebut.
Tahap ketiga belajar cara meletakan jari tangan kiri dan
kanan didalam membunyikan kunci kunci nada dari sebuah lagu yang akan
dipelajari.. Setiap kunci nada rata rata memerlukan tiga jari tangan untuk
memencetnya, namun ada juga terkadang memerlukan lebih dari tiga jari itupun
tergantung dari jenis nama kunci nada tersebut. Seperti misalnya kunci nada
CM7 ( C mayor tujuh ) ini tidak bisa dipencet dengan tiga jari, tapi kunci ini
memerlukan empat jari untuk membunyikannya.
Tahap ke empat menghilangkan kekakuan jari jari tangan
dengan cara latihan memindahkan dari satu kunci nada ( chord ) ke kunci nada
yang lainnya secara rutin minimum dalam sehari yaitu 30 menit, sebagai contoh :
dari kunci nada C pindah ke nada Dm -> Em -> F -> G -> Am ->
kembali ke nada C dsb
Tahap ke lima carilah lagu yang sudah dihapal , kemudian
putarlah di CD/kaset untukdidengarkan jenis musiknya, kalau sudah dengar dan
paham jenis musik yang didengar dari CD / kaset tadi barulah dicari jenis
musiknya yang hampir sama atau mendekati, cara mencari kesamaannya lihat
ketukan pada alat musik drumnya.
Senin, 30 Juli 2012
Belajar Melatih Vocal
A. Melatih Pernafasan
Dalam bernyanyi nafas
merupakan faktor yang paling mendasar, sebab terjadinya bunyi vokal terproses
melalui gesekan nafas dengan pita suara atau larynx yang digetarkan oleh
resonansi leher. Latihan yang akan dilatih ini memiliki 2 manfaat. Pertama,
agar kita bisa memiliki nafas yang cukup panjang untuk menghindari nyanyian
yang terengah-engah yang bisa mengakibatkan nyanyian kita tidak nyaman
didengar. Kedua, untuk menambah kekuatan tenaga diafragma atau tekhnik powering
diafragma.
Latihan dasar
pernafasan yang bisa dilakukan adalah, mengambil nafas pelan-pelan selama 10
detik, setelah itu langsung menahan nafas dalam waktu 10 detik, kemudian
langsung keluarkan nafas pelan-pelan dalam waktu 10 detik pula. Apabila tidak
kuat janganlah mencuri atau membuang nafas di luar yang sudah ditentukan tadi.
Dalam kondisi yang tidak kuat sebaiknya buang saja nafas Anda kemudian bersiap
lagi untuk kembali dari proses pengambilan nafas. Bila interval 10 detik sudah
dirasa mudah maka anda boleh meningkatkan menjadi 15 detik, 20 detik dan
seterusnya. Jika kondisi tubuh Anda mulai sangat lelah apalagi sudah merasa
pusing, janganlah terlalu memaksakan diri.
B. Teknik Untuk
Menambah Tenaga Vokal
Tenaga suara atau yang lazim disebut power sama pentingnya
dengan mencapai kesempurnaan suara. Sebab suara yang lemah tidak akan menarik
perhatian pendengarnya. Tenaga suara yang dimaksud bukanlah tenaga yang asal
keras menjerit-jerit, sebab suara yang demikian bisa membuat lelah orang yang
mendengarnya. Tenaga yang dimaksud adalah vokal yang dihasilkan oleh tenaga
diri –tekhnik vokal- dan tenaga perasaan.
Cara melatih tenaga
suara yang sangat praktis adalah dengan menyiapkan sebuah lilin yang menyala,
lalu lilin tersebut ditiup dari jarak minimal 1,5 meter hingga padam. Latihlah
10 – 20 kali tiap sesi dan usahakanlah dalam sehari melakukan dalam 2 sesi.
Bila jarak 1,5 meter sudah semakin mudah, maka perjauhlah jarak itu, bahkan ada
baiknya jumlah lilin pun semakin diperbanyak dalam bentuk yang berderet atau
berbaris. Yang perlu diperhatikan dalam latihan ini adalah, tiuplah lilin
dengan tenaga lahir dan tenaga perasaan. Latihan ini sekaligus membantu dalam
meninggikan suara.
C. Tips Untuk
Penyanyi Sumbang
Cara yang biasa digunakan
dalam melatih penyanyi bersuara sumbang secara akademis adalah latihan solfegio
(dibaca: solfejio atau solfej). Caranya adalah sering-seringlah berlatih
menyanyi sambil menutup telinga sebelah kiri atau sebelah kanan. Menutup
sebelah telinga akan membuat kita semakin mudah dan jelas disaat mengontrol
nada vokal kita sendiri. Bila ada seseorang yang memperoleh hasil latihan tidak
sebaik yang lainnya, hal itu kemungkinan disebabkan ia tergolong kurang
memiliki bahan dasar kepekaan nada dibandingkan orang yang lebih berhasil tadi,
karena memang tingkat kepekaan nada yang dimiliki seseorang - bakat musical -
setiap manusia tidak semuanya sama.
F. Teknik Untuk
Membeningkan Suara
Suara yang bening
bisa dilatih dengan cara memaksimalkan fungsi resonator yang kita miliki.
Resonator kepala untuk melatih suara tinggi, resonator leher untuk melatih suara
sedang dan resonator dada untuk melatih suara rendah. Cara melatihnya sangat
praktis sekali yaitu senandungkanlah seluruh bagian lagu yang Anda sukai dalam
bunyi “M” (mengatupkan mulut) maka secara otomatis ketiga resonansi tadi akan
terbiasa bergetar sesuai ketinggian lagu.
Ada 2 hal yang perlu
diperhatikan dalam latihan ini. Pertama, saat bersenandung atau huming, gigi
atas dan gigi bawah jangan sampai bersentuhan. Kedua, disaat mencapai nada-nada
tinggi, peganglah bagian ubun-ubun kepala Anda hingga terasa ada getaran kecil
yang menyentuh telapak tangan.
G. Menghayati Lagu
Menyanyi adalah
perbuatan mengekspresikan lagu melalui vokal. Untuk memperoleh sebuah nyanyian
yang ekspresif dan menyentuh hati, maka yang paling dulu perlu dicapai adalah
berupaya agar lagu yang akan kita bawakan bisa menyentuh perasaan kita sendiri.
Bahkan buatlah diri kita sendiri merinding di saat bernyanyi.
Cara praktis untuk melatih suasana hati tersebut adalah
sebagai berikut:
1. Baca lirik lagu itu baik-baik hingga mengenal maknanya
2. Tentukan kesan Anda terhadap suasana lagu tadi apakah sedih, gembira, dst nya.
3. Bacalah kata demi kata lirik lagu tadi dalam suasana hati yang ada pada kesan perasaan Anda. Setelah berhasil membaca dengan perasaan yang Anda miliki, kemudian tingkatkanlah dengan berlatih menyanyikan lagu berdasarkan jenis perasaan tadi. Latihan seperti ini sebaiknya tidak hanya dilakukan oleh penyanyi, tetapi juga dilakukan oleh para pemain musik (pengiring), agar disaat memainkan musiknya ia bermain dengan ekspresi yang sama dengan penyanyinya.
1. Baca lirik lagu itu baik-baik hingga mengenal maknanya
2. Tentukan kesan Anda terhadap suasana lagu tadi apakah sedih, gembira, dst nya.
3. Bacalah kata demi kata lirik lagu tadi dalam suasana hati yang ada pada kesan perasaan Anda. Setelah berhasil membaca dengan perasaan yang Anda miliki, kemudian tingkatkanlah dengan berlatih menyanyikan lagu berdasarkan jenis perasaan tadi. Latihan seperti ini sebaiknya tidak hanya dilakukan oleh penyanyi, tetapi juga dilakukan oleh para pemain musik (pengiring), agar disaat memainkan musiknya ia bermain dengan ekspresi yang sama dengan penyanyinya.
Rabu, 25 Juli 2012
Tehnik Dasar Bermain Piano/Keyboard
Beberapa tips mengenai tehnik dasar untuk belajar main piano/keyboard:
FINGERING (hand and finger forms, relaxation of arms & shoulders)
Latihan untuk fingering ini, ditujukan agar kita sebagai musisi, khususnya pemain piano atau keyboard, posisi jari dan tangan kita saat bermain ada dalam posisi yang benar. Juga untuk bentuk jari-jari kita saat bermain di atas tuts piano atau keyboard ada dalam posisi sempurna. Latihan jari ini mencakup Tangga Nada dan Cadence.
TOUCHING (touch of the notes, legato-staccato, phrasing, dynamics and expression)
Latihan untuk touching ini ditujukan agar kita sebagai musisi, khususnya pemain piano atau keyboard mengerti interpretasi kita dalam bermain music, tidak hanya sekedar bermain music tapi music itu yang harus keluar dari hati kita. Kita mengetahui dimana kita harus bisa maen keras atau lembut. Bermain dengan ada tekanan atau nyambung atau putus-putus dan atau dengan aksen yang tepat. Ada dinamika, feeling dan ekspresi.
RHYTHM dan TEMPO
Latihan untuk rhythm and tempo ini ditujukan agar kita sebagai musisi, baik sebagai pemain drums, bass, guitar, percussions atau juga piano dan keyboard perlu mengetahui harga notes, ketukan & rhythm pattern. Kita perlu tau juga tentang tempo yang benar.
Rhytmic dalam bermain music (comping). Ada soul atau groove dalam bermusic. Harus ada “nyawa” dalam kita bermain dalam 1 band. Kita harus tau juga tentang TIME SIGNATURE (lagu itu dimainkan dalam ketukan 2/4, ¾, 4/4, 3/8, 6/8 etc)
HARMONY (chords progression, voicing and accompaniment)
Latihan untuk harmony ini ditujukan untuk supaya kita bisa lebih kaya dalam mengembangkan pola chords yang kita pakai dalam sebuah lagu. Mengembangkan juga bunyi yang dihasilkan dari chords yang kita mainkan.
Dan juga untuk memperluas cara kita bermain dalam konteks kita mengiringi seorang penyanyi atau jemaat. Karena dengan kita bermain dalam harmonisasi yang bagus, maka akan tercipta suatu kesatuan yang baik. Dengan mempunyai pengetahuan harmoni yang baik, kita dapat membuat aransemen yang pasti bisa lebih enak. Mengetahui posisi kita sebagai musisi, lebih sebagai pengiring!
READING
Latihan ini lebih ditujukan untuk mereka yang belum bisa membaca not balok atau combo partitur. Diharapkan mereka di kemudian harinya bisa untuk membaca partitur not balok atau combo part. Mereka mengenal Treble Clef (kunci G) dan Bass Clef (kunci F). Mereka mengetahui tentang KEY SIGNATURE (ada berapa sharp (#) atau flat (b) lagu itu dimainkan). Dengan kita melihat tanda-tanda tersebut dengan sendirinya kita sudah tau kalau lagu itu dimainkan di tangga nada apa. Jelas itu akan sangat mempermudah kita dalam bermusik.
Taken from http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=53552
FINGERING (hand and finger forms, relaxation of arms & shoulders)
Latihan untuk fingering ini, ditujukan agar kita sebagai musisi, khususnya pemain piano atau keyboard, posisi jari dan tangan kita saat bermain ada dalam posisi yang benar. Juga untuk bentuk jari-jari kita saat bermain di atas tuts piano atau keyboard ada dalam posisi sempurna. Latihan jari ini mencakup Tangga Nada dan Cadence.
TOUCHING (touch of the notes, legato-staccato, phrasing, dynamics and expression)
Latihan untuk touching ini ditujukan agar kita sebagai musisi, khususnya pemain piano atau keyboard mengerti interpretasi kita dalam bermain music, tidak hanya sekedar bermain music tapi music itu yang harus keluar dari hati kita. Kita mengetahui dimana kita harus bisa maen keras atau lembut. Bermain dengan ada tekanan atau nyambung atau putus-putus dan atau dengan aksen yang tepat. Ada dinamika, feeling dan ekspresi.
RHYTHM dan TEMPO
Latihan untuk rhythm and tempo ini ditujukan agar kita sebagai musisi, baik sebagai pemain drums, bass, guitar, percussions atau juga piano dan keyboard perlu mengetahui harga notes, ketukan & rhythm pattern. Kita perlu tau juga tentang tempo yang benar.
Rhytmic dalam bermain music (comping). Ada soul atau groove dalam bermusic. Harus ada “nyawa” dalam kita bermain dalam 1 band. Kita harus tau juga tentang TIME SIGNATURE (lagu itu dimainkan dalam ketukan 2/4, ¾, 4/4, 3/8, 6/8 etc)
HARMONY (chords progression, voicing and accompaniment)
Latihan untuk harmony ini ditujukan untuk supaya kita bisa lebih kaya dalam mengembangkan pola chords yang kita pakai dalam sebuah lagu. Mengembangkan juga bunyi yang dihasilkan dari chords yang kita mainkan.
Dan juga untuk memperluas cara kita bermain dalam konteks kita mengiringi seorang penyanyi atau jemaat. Karena dengan kita bermain dalam harmonisasi yang bagus, maka akan tercipta suatu kesatuan yang baik. Dengan mempunyai pengetahuan harmoni yang baik, kita dapat membuat aransemen yang pasti bisa lebih enak. Mengetahui posisi kita sebagai musisi, lebih sebagai pengiring!
READING
Latihan ini lebih ditujukan untuk mereka yang belum bisa membaca not balok atau combo partitur. Diharapkan mereka di kemudian harinya bisa untuk membaca partitur not balok atau combo part. Mereka mengenal Treble Clef (kunci G) dan Bass Clef (kunci F). Mereka mengetahui tentang KEY SIGNATURE (ada berapa sharp (#) atau flat (b) lagu itu dimainkan). Dengan kita melihat tanda-tanda tersebut dengan sendirinya kita sudah tau kalau lagu itu dimainkan di tangga nada apa. Jelas itu akan sangat mempermudah kita dalam bermusik.
Taken from http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=53552
Langganan:
Postingan (Atom)


