Hasri Musik Entertainment (HME) - Bali ---- Melayani Kursus Musik : Gitar,Clarinet,Piano/keyboard dan Vokal : Paduan Suara dan Personal ---- Entertainment : Band,kwartet,trio,duet electone, wedding ceremony
Catatan
Kami melayani kursus untuk private dan grup:Terdapat dua Paket yang kami tawarkan yakni:
Paket I Terdiri dari 24x pertemuan dengan materi :
* Teknik Dasar 8x pertemuan
* Pengembangan Teknik dan etude 8x pertemuan
* Lagu/buah musik 8x pertemuan
Materi Pada Paket II :
* Pengembangan lagu dalam berbagi nada dasar
* Improvisasi
* Konser musik (menampilkan hasil pembelajaran dalam bentuk konser bersama)
Untuk Harga dan Jadwal dapat menghubungi kami lewat e-mail : hasrimusik@gmail.com
Jumat, 15 Februari 2013
Selasa, 12 Februari 2013
Selasa, 29 Januari 2013
Mendeteksi Kerusakan Piano
Kita dapat membagi 2 bagian untuk Mendeteksi kerusakan Piano kita . yaitu Eksterior dan Interior .
1. Mendeteksi Eksterior Piano
Eksterior piano berperan besar dalam kualitas musik. Kerusakan eksterior tidak hanya akan mengurangi nilai estetika piano, tetapi juga dapat menunjukkan masalah interior. Tanda-tanda kerusakan:
1. Tombol piano yang terkikis
Tombol piano kerap ditekan dalam permainan. Jika keyboard terlihat aus, mungkin mengalami masalah serius di dalam. Tekan setiap tombol beberapa kali. Pada waktu menguji panjang dan volume suara, perhatikan hal-hal berikut:
Suara berdengung dan getaran aneh.
Nada yang tidak panjang semestinya.
Nada yang Off-pitch
Kunci yang terdengar seperti dua nada terdengar sekaligus.
Nada yang sama sekali tidak terdengar.
2. Retakan di piano
Warna memudar dan retakan pada piano sering disebabkan oleh kelembaban. Jika kerusakan oleh kelembaban telah mempengaruhi eksterior kayu, Anda dapat dengan berasumsi bahwa interior kayu telah rapuh. Periksa semua sisi piano untuk retak, goresan, warna memudar akibat sinar matahari, kayu yang berubah bentuk dan melengkung, ini semua bisa mengurangi kualitas suara.
3. Tidak merespons pedal piano
Pedal piano yang telah rusak memiliki kemungkinan terlepas dari bagian sekitarnya; pedal yang tidak bergerak sama sekali merupakan masalah yang lebih besar. Uji masing-masing pedal dengan keyboard – bahkan jika Anda tidak tahu fungsi pedal kaki – dan pastikan mereka menghasilkan nada yang bersih seimbang.
Tidak berencana untuk menggunakan pedal? Perhatikan mereka juga. Jika ada sesuatu yang tidak beres di belakang pedal Anda dan daerah lain dari piano mungkin menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
2 Mendeteksi Interior piano
Interior piano dapat menunjukkan kerusakan lebih parah dari yang lain. Keausan adalah normal, tetapi masalah berikut menunjukkan kurangnya pemeliharaan:
1. Kerusakan papan suara
papan suara adalah sepotong kayu besar di bawah sebuah piano grand, dan di bagian belakang upright. Celah dari papan suara mengubah timbre piano, dan dapat menyebabkan dengung aneh dan suara berderik.
Periksa jika ada tulang kayu (ribs) yang terlepas dari papan suara. Jika hal ini terjadi, akan terjadi getaran dua nada, jadi perhatikan sekalipun jika ada dengungan kecil waktu tombol ditekan.
Periksa potongan kayu (bridge) yang mengangkat senar. Apakah bridge ini retak, tidak merata, atau terlepas dari papan suara, akan ada dengungan, dan kerusakan yang lebih parah akan terjadi.
2. Kerusakan Pinblock
pinblock adalah sepotong kayu di dekat bridge yang menahan pin tuning tetap berada di tempatnya. Jika kayunya rusak, pin tuning dapat menjadi longgar, menyebabkan suara berdengung dan pitch buruk.
Dengarkan kunci yang mengeluarkan dua suara atau lebih pada waktu bersamaan. Tombol Piano biasanya melekat pada dua atau tiga senar, dan kerusakan pinblock dapat memungkinkan hanya satu dari senar yang mengeluarkan nada, menyebabkan dua pitch yang berbeda.
Amati kualitas kayu di pinblock, dan pastikan tidak ada retak atau pecah. Periksa pin tuning yang longgar, dan periksa pinblock dan senar yang berkarat.
3. Kain felt di Hammers yang robek
Setiap hammerhead terlindung dalam kain felt, kain felt yang robek dapat mengganggu timbre piano. Perhatikan jika ada kayu yang keluar dari kain felt. Mainkan setiap tombol, dan dengarkan nada yang keras dan kaku, terutama di tombol treble. Jangan mencoba untuk mengelem kembali kain felt; Kain felt di press melekat pada hammer dengan tekanan berton-ton.
http://educpiano.blogspot.com
Jumat, 28 September 2012
TEKNIK VOCAL
UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL :
1. Artikulasi
Artikulasi sangat diwajibkan bagi seorang penyanyi, karena pesan sebuah lagu disampaikan melalui syair yang dinyanyikan penyanyi tersebut.
Artikulasi berkaitan dengan bahasa yang digunakan pada lagu tersebut. untuk lagu berbahasa Indonesia, latihan dapat Anda bagi menjadi dua, yaitu :
- Huruf Vokal/hidup
Huruf vokal terdiri dari huruf A, I, U , E, O. latihlah berulang-ulang melafalkan kelima huruf ini. Buka mulut anda selebar-lebarnya sesuai dengan huruf yang anda lafalkan.
Perlu diperhatikan, setiap huruf harus dilafalkan dengan benar, huruf A harus benar-benar berbunyi A bukan HA atau AH, huruf I bukan IH, huruf E, benar-benar berbunyi E bukan Ek, dan seterusnya. Jadi latihlah selalu melafalkan huruf-huruf vokal ini secara rutin.
- Huruf Konsonan/mati
Huruf konsonan adalah huruf selain A,I,U,E dan O. lafalkan benar-benar huruf ini dengan baik. Perlu diperhatikan pada huruf B, P, dan T, jangan melakukan penekanan yang berlebihan pada ketiga huruf ini.
2. Pernafasan
Pernafasan ada dua yaitu pernapasan perut dan diafragma. Pada pernapasan perut, ronga perut berfungsi untuk menyimpan udara, seseorang yang menggunakan pernapasan perut akan terlihat, perutnya akan selalu bergerak seiring nafas orang tersebut. sedangkan pernapasan diafragma menggunakan rongga dada untuk menyimpan udara. Dalam bernyanyi dan memainkan alat musik tiup dianjurkan untuk menggunakan pernapasan diafragma ini. Dengan menggunakan pernafasan diafragma, penggunaan udara/napas lebih efektif dalam membantu produksi suara.
Latihlah pernapasan ini, dengan cara menarik nafas dengan mengisi rongga dada, bukan perut. Lalu buang/keluarkan nafas anda perlahan-lahan. Lakukan latihan ini bersamaan dengan latihan huruf vokal A. I, U, E, O.
3. Solfegio
Latihan solfegio dapat dilakukan dengan bantuan gitar atau alat musik melodis lainnya. Misal jika menggunakan gitar, petik satu senar/nada lalu ikuti dengan vokal anda. Tirulah nada gitar tersebut seakurat mungkin dengan suara anda. Lanjutkan latihan dengan nada-nada lain. Latihan ini berguna untuk melatif kepekaan anda terhadap nada, dan akurasi nada yang anda nyanyikan.
Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
Pernafasan Dada: cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
Pernafasan Perut: udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.
Pernafasan Diafragma: adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.
(Disadur dari : http://carapedia.com/)
1. Artikulasi
Artikulasi sangat diwajibkan bagi seorang penyanyi, karena pesan sebuah lagu disampaikan melalui syair yang dinyanyikan penyanyi tersebut.
Artikulasi berkaitan dengan bahasa yang digunakan pada lagu tersebut. untuk lagu berbahasa Indonesia, latihan dapat Anda bagi menjadi dua, yaitu :
- Huruf Vokal/hidup
Huruf vokal terdiri dari huruf A, I, U , E, O. latihlah berulang-ulang melafalkan kelima huruf ini. Buka mulut anda selebar-lebarnya sesuai dengan huruf yang anda lafalkan.
Perlu diperhatikan, setiap huruf harus dilafalkan dengan benar, huruf A harus benar-benar berbunyi A bukan HA atau AH, huruf I bukan IH, huruf E, benar-benar berbunyi E bukan Ek, dan seterusnya. Jadi latihlah selalu melafalkan huruf-huruf vokal ini secara rutin.
- Huruf Konsonan/mati
Huruf konsonan adalah huruf selain A,I,U,E dan O. lafalkan benar-benar huruf ini dengan baik. Perlu diperhatikan pada huruf B, P, dan T, jangan melakukan penekanan yang berlebihan pada ketiga huruf ini.
2. Pernafasan
Pernafasan ada dua yaitu pernapasan perut dan diafragma. Pada pernapasan perut, ronga perut berfungsi untuk menyimpan udara, seseorang yang menggunakan pernapasan perut akan terlihat, perutnya akan selalu bergerak seiring nafas orang tersebut. sedangkan pernapasan diafragma menggunakan rongga dada untuk menyimpan udara. Dalam bernyanyi dan memainkan alat musik tiup dianjurkan untuk menggunakan pernapasan diafragma ini. Dengan menggunakan pernafasan diafragma, penggunaan udara/napas lebih efektif dalam membantu produksi suara.
Latihlah pernapasan ini, dengan cara menarik nafas dengan mengisi rongga dada, bukan perut. Lalu buang/keluarkan nafas anda perlahan-lahan. Lakukan latihan ini bersamaan dengan latihan huruf vokal A. I, U, E, O.
3. Solfegio
Latihan solfegio dapat dilakukan dengan bantuan gitar atau alat musik melodis lainnya. Misal jika menggunakan gitar, petik satu senar/nada lalu ikuti dengan vokal anda. Tirulah nada gitar tersebut seakurat mungkin dengan suara anda. Lanjutkan latihan dengan nada-nada lain. Latihan ini berguna untuk melatif kepekaan anda terhadap nada, dan akurasi nada yang anda nyanyikan.
Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
Pernafasan Dada: cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
Pernafasan Perut: udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.
Pernafasan Diafragma: adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.
(Disadur dari : http://carapedia.com/)
Jumat, 07 September 2012
Suara tinggi tanpa teriak
Masalah suara tinggi memang sudah bawaan range vokal masing-masing
orang. Range vokal standar penyanyi itu 3 oktaf.. dari oktaf rendah sampai
oktaf tertinggi berdasarkan scale masing2 (do-re-mi-fa-sol-la-si-do sampe 3
oktaf..) namun ada juga orang yg
memiliki range vokal di atas 3 oktaf.. bisa sampai 4, 5, bahkan 6 oktaf….walaupun
demikian, kita masih bisa melatih (meng-expand) range kita agar mampu mencapai nada
tinggi:
1) Lakukan pemanasan. lemaskan pita suara dengan menyanyikan
bunyi "ah", "mah", "doh", atau "mi',
"mei", "mah", "mow", "mu" dalam oktaf
rendah maupun oktaf tinggi scale vokal kamu.
2) Lakukan latihan sesering mungkin, lebih bagus kalau dilakukan
setiap hari karena pita suara dapat kembali melempem/melemas jika tidak sering
dilatih. Lebih baik lakukan latihan dengan piano atau keyboard agar nadanya lebih
tepat.
3) Nyanyikan satu lagu yang kira-kira mampu mencapai oktaf
tertinggi kamu. Ulangi lagu tersebut 2 sampai 3 kali. sebaiknya dilakukan
dengan santai, dan ambil napas secukupnya, dan bayangkan/konsentrasi kalau nada
tinggi itu mudah kamu capai, setelah mampu menyanyikan nada tinggi tersebut
dengan baik, maka latihlah suara kamu dengan lagu lain yang nada tingginya
kurang lebih sama dengan lagu sebelumnya.
4) Nyanyikan satu lagu yang mampu mencapai oktaf terendah
kamu. Ikuti cara latihan yang tertulis di nomor 3). jika menemukan kesulitan, coba
nyanyikan "mah" atau "ah". Setelah mampu menyanyikan nada
rendah tersebut dengan baik, maka latihlah suara kamu dengan lagu lain yg nada
rendahnya kurang lebih sama dengan lagu sebelumnya.
- hindari mengkonsumsi makanan/minuman yang mengandung susu,
krn zat ini akan melapisi pita suara kamu dan menyebabkan pita suara menjadi
tegang. minunlah teh hangat untuk melemaskannya.
- banyak minum air putih
- minum madu+lemon hangat..
- Jangan lupa pakai pernafasan yang bener.. Karena ini salah
satu yang membuat output suara kamu jadi oke..
- jangan pernah
memaksakan kemampuan oktaf! ulangi pelan2, dengan napas yang cukup
- setelah kamu berhasil mencapai suatu oktaf yg diinginkan
dengan sempurna, maka otomatis oktaf tersebut akan mudah dicapai pada
kesempatan berikutnya
- nikmati latihannya, jika kamu berlatih dengan
"enjoy" maka suara yg kamu hasilkan akan terdengar lebih jelas dan
santai
Minggu, 26 Agustus 2012
Tahapan Belajar Organ
Ada beberapa tahapan untuk dapat mempelajari cara awal
bermain musik organ dengan baik yang kesemua tahapan itu memang sangat
berkaitan satu sama lainnya,layaknya anda mengikuti kelas kursus organ ada
beberapa langkah yang harus di lakukan :
Tahap yang pertama mengenai pengenalan tentang kunci kunci
nada dari nada yang mayor sampai yang minor.seperti contoh : kunci nada C , Dm
, Em, F, G, Am, dst...keterangan : apabila tertulis C disebut sebagai kunci
nada C mayor, kalau tertulis Cm disebut C minor.dst
Tahap kedua pengenalan tentang cara pengoperasikan organ dan
pengenalan jenisi jenis musik dan suara yang ada di organ tersebut, ini bisa
dilihat dari buku katalog atau buku panduan dari organ tersebut.
Tahap ketiga belajar cara meletakan jari tangan kiri dan
kanan didalam membunyikan kunci kunci nada dari sebuah lagu yang akan
dipelajari.. Setiap kunci nada rata rata memerlukan tiga jari tangan untuk
memencetnya, namun ada juga terkadang memerlukan lebih dari tiga jari itupun
tergantung dari jenis nama kunci nada tersebut. Seperti misalnya kunci nada
CM7 ( C mayor tujuh ) ini tidak bisa dipencet dengan tiga jari, tapi kunci ini
memerlukan empat jari untuk membunyikannya.
Tahap ke empat menghilangkan kekakuan jari jari tangan
dengan cara latihan memindahkan dari satu kunci nada ( chord ) ke kunci nada
yang lainnya secara rutin minimum dalam sehari yaitu 30 menit, sebagai contoh :
dari kunci nada C pindah ke nada Dm -> Em -> F -> G -> Am ->
kembali ke nada C dsb
Tahap ke lima carilah lagu yang sudah dihapal , kemudian
putarlah di CD/kaset untukdidengarkan jenis musiknya, kalau sudah dengar dan
paham jenis musik yang didengar dari CD / kaset tadi barulah dicari jenis
musiknya yang hampir sama atau mendekati, cara mencari kesamaannya lihat
ketukan pada alat musik drumnya.
Langganan:
Postingan (Atom)


