Catatan


Kami melayani kursus untuk private dan grup:
Terdapat dua Paket yang kami tawarkan yakni:

Paket I Terdiri dari 24x pertemuan dengan materi :
* Teknik Dasar 8x pertemuan
* Pengembangan Teknik dan etude 8x pertemuan
* Lagu/buah musik 8x pertemuan

Materi Pada Paket II :
* Pengembangan lagu dalam berbagi nada dasar
* Improvisasi
* Konser musik (menampilkan hasil pembelajaran dalam bentuk konser bersama)

Untuk Harga dan Jadwal dapat menghubungi kami lewat e-mail : hasrimusik@gmail.com

Senin, 02 Februari 2015

Teknik Dasar Vocal

Vokal manusia seperti halnya instrumen musik pada umumnya memiliki empat elemen pokok penghasil bunyi, yaitu :
  1. Paru-paru, sebagai sumber tenaga
  2.  Larynz, sebagai penggetar
  3. Pharynz, sebagai ruang pemantul tenggorokan, rongga mulut, dan
  4. rongga hidung,sebagai ruang resonator.
Tubuh kita dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menghasilkan suara yang baik. Pada saat kita bernyanyi, sumber tenaga yang befungsi untuk menggetarkan vibrator adalah udara. Udara tersebut kita hirup dan keluarkan melalui teknik pernafasan diafragma dan bukannya dada, bahu ataupun perut.
Bila bunyi pada gitar dan biola dihasilkan oleh dawai yang bergetar, maka pada vokal manusia yang menjadi
instrumen getarnya adalah pita suara. Pita suara berada di dalam kotak suara yang terbuat dari otot dan tulang rawan yang terletak pada bagian atas batang tenggorokan (larynx). Larynx memiliki panjang lima belas sentimeter dan lebar empat sentimeter. Pita suara merupakan selaput lentur dengan panjang berkisar di antara dua sentimeter (pria) hingga satu seperempat sentimeter (wanita). Suara yang baik hanya akan dihasilkan apabila selaput suara tadi bergerak merapat hingga membentuk celah sempit yang bergetar yang disebut dengan glottis.
Alat pemantul yang terdapat dalam tubuh kita lazim disebut pharynx. Pharynx merupakan ruangan di balik anak tekak yang dapat diperbesar/ diperkecil secara elastis. Pharynx berfungsi memberikan warna suara dan huruf vokal yang beraneka ragam.
Berkaitan dengan tiga resonator vokal yang memberikan kontribusi paling signifikan, yakni: tenggorokan, mulut dan hidung, maka ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan :
  1. Suara gelap, seakan-seakan “ditelan” dan berkesan jauh diakibatkan oleh konsentrasi suara yang terlalu banyak terfokus pada resonator tenggorokan
  2. Suara terang, lebar dan memiliki fokus ke depan diakibatkan oleh konsentrasi suara yang terlalu banyak terfokus pada resonator mulut
  3. Suara sengau, diakibatkan konsentrasi suara yang terlalu terfokus pada resonator hidung.
Jadi dengan kata lain menggunakan kombinasi ketiga resonator tersebut secara proporsional merupakan suatu keputusan yang bijak.
Posisi lidah yang baik pada saat bernyanyi sebaiknya datar dan berada di belakang lengkung gigi bawah.
Bernyanyi dalam posisi duduk/berdiri yang benar, yaitu :
  1. Mencari posisi berdiri yang paling nyaman dengan berat tubuh bertumpu rata pada kedua kaki,
  2. Sedapat mungkin membentuk garis lurus dari titik tengah kedua tumit hingga kepala
  3. Jangan mengencangkan otot-otot betis atau bertumpu pada kedua tumit
  4. Kedua lutut harus terasa longgar dan dapat bergerak dengan bebas
  5. Perut bagian bawah (di bawah pinggang hingga pinggul) harus sedikit ditarik ke dalam tanpa dipaksakan. Bilamana perut bagian bawah bergerak terlalu ke depan maka menyebabkan badan menjadi melengkung
  6. Perut bagian atas (pinggang hingga tulang rusuk) sangat penting untuk pernafasan, karena itu perut bagian atas harus terasa bergerak bebas. Perut bagian atas yang terlalu ditarik ke dalam atau didorong keluar secara berlebihan dapat menyebabkan ketegangan. Ketegangan ini pada akhirnya akan mengganggu proses pernafasan yang kita takukan
  7. Posisi punggung haruslah lurus sehingga tulang belakang akan terangkat
  8. Dada harus dalam posisi tegap tanpa dipaksakan dengan catatan bahwa dada tidak boleh bergerak naik dan turun pada waktu kita mengambil dan mengeluarkan nafas
  9. Bahu harus ditarik sedikit ke belakang, dan selama bernafas atau bernyanyi bahu tidak boleh bergerak. Posisi bahu yang tidak bergerak akan membantu banyak dalam mempertahankan sikap dada yang lapang serta tulang belakang yang terangkat
  10. Kedua lengan harus dapat bergerak dengan bebas dan tidak terasa kaku
  11. Hindari gerakan-gerakan yang mencerminkan rasa gugup seperti menggosok¬-gosokkan ibu jari, mengepalkan tangan, meraba-raba pakaian, mengusap-usap rambut dan sebagainya
  12. Hindari kebiasaan mengangkat dagu saat membidik nada tinggi.
Beberapa latihan praktis untuk membentuk sikap tubuh yang baik :
  1. Sikap berdiri/duduk yang tegak (bayangkan diri anda sebagai seorang raja atau ratu yang tengah berjalan dengan angkuh)
  2. Kedua tumit tidak saling menempel
  3. Kedua kaki terpisah dengan jarak kurang lebih 15 cm. Salah satu kaki dapat diletakkan di sebelah depan dengan jari-jari kaki dalam posisi normal
  4. Secara perlahan bersandar ke depan pada telapak kaki dan kemudian kembali ke posisi semula yaitu pada tumit. Temukan posisi berdiri yang terbaik dengan mencari titik tengah diantara tumit dan telapak kaki
  5. Tundukkan kepala hingga menyentuh dada dan perhatikan bahwa antara leher dan tulang belakang sekarang terpisah
  6. Membayangkan kepala seolah-olah tergantung di langit-langit kamar dan terlepas dari tubuh
  7. Memutar kepala ke kiri dan ke kanan dengan tujuan melemaskan persendian leher
  8. Menggerakkan lengan secara terpisah, seolah-olah sedang mengibas-ngibaskan air pada telapak tangan dan lengan
  9. Menggerakkan kaki, seolah-olah sedang mengibas-ngibaskan air pada telapak kaki
  10. Melompat dengan tujuan mengendurkan semua ketegangan pada persendian dan otot
  11. Melenturkan bahu dan leher dengan cara menundukkan dan menengadahkan leher ke depan dan ke belakang
  12. Melenturkan lutut dengan cara menekuk lutut
  13. Menggerakkan tumit naik dan turun sambil menjulurkan tangan ke atas sejauh mungkin seolah-olah hendak memetik buah yang berada di luar jangkauan
  14. Membayangkan tubuh seperti sebuah genta besar yang berayun-ayun dari kiri ke kanan
Pernafasan dengan menggunakan diafragma :
  1. Diafragma dalam posisi rileks adalah otot yang berbentuk menyerupai kubah yang terletak memanjang pada bagian bawah tulang rusuk. Ketika paru-paru dipenuhi dengan udara, diafragma memipihkan dirinya sehingga memungkinkan tersedianya ruang tambahan untuk pengambilan udara. Karena diafragma melekat pada bagian bawah tulang rusuk manusia, maka otot-otot intercostal (otot-otot diantara tulang¬tulang rusuk) juga turut mengembang. Pada saat pengambilan udara diafragma berubah memipih dan bergerak turun ke bawah sehingga mendorong organ-organ tubuh yang berada di bawahnya mengembang keluar. Karena itulah para penyanyi disarankan untuk menghindari makan besar sebelum bernyanyi
  2. Pada saat mengambil nafas rongga perut bergerak mengembang ke segala arah terutama ke samping dan ke belakang. Pengambilan nafas dapat dilakukan dengan menggunakan mulut dan hidung secara bersamaan seakan-akan membayangkan sedang mencium harumnya bunga. Namun pada bagian-bagian lagu yang tidak memberikan jeda yang cukup, maka kita hanya dapat mengambil nafas dengan menggunakan mulut. Sedangkan pada bagian lagu yang memberikan jeda yang cukup panjang, disarankan menggunakan hidung (lebih higienis) dan mulut secara bersamaan
  3. Pada waktu menghirup udara, posisi dada tetap dalam keadaan rata dan terasa bergerak melebar ke samping. Perhatikan bukan membusung atau bergerak ke atas!
  4. Pada waktu sedang menghirup nafas, perhatikan bahwa bahu samasekali tidak bergerak naik, ke depan ataupun ke belakang
  5. Otot tulang belakang dan tulang belakang berfungsi menahan agar rongga perut yang mengembang tersebut tidak segera mengendur. Dalam menahan agar perut tetap kencang, jangan sekali-kali menggunakan otot-otot bahu
  6. Pangkal tulang belakang (daerah ekor) bergerak ke bawah sedalam-dalamnya dan tetap dipertahankan demikian selama proses menahan udara
  7. Pada waktu mengambil nafas dalam-dalam maka secara otomatis langit-langit lunak akan bergerak ke atas dan sebaliknya jakun bergerak ke bawah. Posisi terbuka seperti ini merupakan posisi bernyanyi yang benar
  8. Pada saat sedang bernyanyi, udara yang telah diambil tadi dikeluarkan kembali secara teratur dengan senantiasa mempertahankan kondisi rongga perut yang tetap kencang dan bukan tegang
  9. Empat hal yang perlu diingat baik-baik dalam melatih pernafasan adalah : (1) postur tubuh yang terkoordinasi dengan baik perlu tetap dipertahankan, (2) pengambilan nafas yang benar tidaklah berbunyi, (3) pada saat mengeluarkan udara posisi dada harus tetap dijaga, (4) pada setiap pengambilan nafas tulang-tulang rusuk di bagian bawah haruslah mengembang
Beberapa latihan praktis untuk pernafasan :
Menghirup udara :
  1. Sikap berdiri tegak
  2. Salah satu tangan berada di pinggang
  3. Tangan lainnya menekan pusar
  4. Dengan meniru bentuk mulut ikan hirup udara pelan-pelan dengan menggunakan hidung dan mulut. Bayangkan bahwa anda sedang mencoba mengenali aroma suatu parfum
  5. Selama proses pengisian udara berlangsung bayangkan bahwa tubuh anda ibarat balon yang mengembang karena diisi udara
  6. Menahan udara yang telah diambil dengan rileks (posisi tubuh yang mengembang) dan menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan secara perlahan
Mengeluarkan udara :
  1. Mengeluarkan udara yang telah diambil dengan menggunakan konsonan “sh”
  2. Menenangkan seorang bayi yang sedang menangis
  3. Menirukan bunyi lebah
  4. Membayangkan sedang meniup balon yang melayang di udara agar tidak terjatuh ke tanah
sumber : music.kaskus.us

Senin, 10 November 2014

CATATAN PERJALANAN MEI - NOPEMBER 2014.



Lama tak memposting karena padatnya pekerjaan sejak Mei hingga Nopember 2014 hingga hari ini saya dapat membuka kembali blog dan menceritakan sedikit beberapa moment penting yang saya alami, baik yang membahagiakan hati tapi juga yang menyedihkan hati.

Tanggal 13 Agustus 2014 atas binaan saya, anak-anak SMK Negeri 3 Sukawati  Gianjar  berhasil memperoleh Juara I  Lomba Paduan Suara Tingkat SMA/SMK di Gianyar…Hati bahagia karena waktu latihan yang begitu mepet namun dengan semangat dan kerjasama yang baik akhirnya mereka dapat memperoleh keberhasilan.

Tanggal 20 Agustus 2014,  saya merasakan kesedihan yang teramat sangat dalam…orang yang saya kasihi yang dengan penuh kasih telah mendidik dan membesarkan saya sejak kecil dipanggail pulang oleh Yang Kuasa akibat sakit yang dideritanya. Perasaan kehilangan yang teramat dalam membuat saya hampir terpuruk, namun kesadaran untuk bangkit itu datang kembali bahwa Tuhan membuat yang terbaik buat mama tercinta, dan saya harus terus berkarya karena itulah bentuk cinta saya buat mama.

Pada Tanggal 8 September 2014, atas gemblengan saya, anak-anak didik saya berhasil menjadi Juara I dalam Lomba Musikalisasi Puisi KSPAN Tingkat Propinsi Bali di Panca Sari.  Suatu catatan khusus untuk lomba ini, bagi saya ini merupakan prestasi yang luar biasa, karena sejak terjun dalam bidang musik, baru kali inilah saya menangani Musikalisasi Puisi..namun disinilah tantangan buat saya, dengan kerja keras dan dibantu oleh anak-anakku akhirnya Tim kami memperoleh Juara I….Luar biasa.

Bulan September 2014, saya diminta teman-teman dari Kanwil Pajak untuk  melatih mereka mengikuti  Lomba Paduan Suara Antar Pajak, kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 23 September tersebut membuahkan hasil yang  sungguh membahagiakan. Paduan Suara Kanwil Pajak berhasil  memperoleh Juara I pada Lomba tersebut.

Bulan Oktober 2014, saya dipercayakan untuk membina paduan suara STAN Denpasar untuk membawakan lagu-lagu mereka saat Acara Wisuda tanggal 12 Nopember 2014.
Sungguh anugrah Tuhan yang luar biasa dalam beberapa bulan ini, dengan rentetan keberhasilan yang diperoleh secara berurutan dalam bidang musik khususnya sebagai Pembina PADUAN SUARA. Terima Kasih Tuhan untuk semua yang Engkau berikan buatku. Terima kasih buat dia yang telah menjadi motivasi dan inspirasi buatku dalam berkarya.

Kata-kata inspirasiku:
Orang sukses takkan pernah mengeluh bagaimana kalau akan gagal,namun berusaha bagaimana untuk berhasil.

   BEBERAPA MOMENT YANG SEMPAT DIABADIKAN :
SMK Negeri 3 Sukawati  Gianjar  berhasil memperoleh Juara I  Lomba Paduan Suara Tingkat SMA/SMK di Gianyar

Di depan keranda jenazah ibunda tercinta
Juara I Lomba Musikalisasi Puisi KSPAN Tingkat Propinsi Bali di Panca Sari

Saya diapit beberapa anggota VG Kanwil Pajak

Gaya dari wajah-wajah ceria VG Kanwil Pajak Denpasar

Penampilan Paduan Suara Kanwil Pajak Denpasar
 

Selasa, 22 Juli 2014

Senin, 23 Juni 2014

AKSESORIS GITAR



Pada postingan kali ini, saya akan membahas berbagai aksesoris gitar yang dapat dipakai pada saat kita bermain gitar ataupun pada saat merawat gitar. Ada banyak sekali aksesoris dalam gitar, mungkin dalam postingan ini tidak membahas semua, namun diharapkan dapat menambah pengetahuan kita tentang aksesoris gitar beserta fungsinya. Berikut aksesoris - aksesoris gitar :

1. Capo
Capo adalah alat penjepit senar. Biasanya digunakan untuk menaikkan nada dasar setiap senar. Capo biasanya digunakan menjepit semua senar gitar, tapi ada juga yang menjepit hanya 4 senar atau 5 senar. Tujuannya adalah untuk mendapatkan nada yang lebih variatif ketika senar - senar dibunyikan. Contoh penggunannya, misalkan Capo dijepit pada fret 2 dan membentuk chord C, maka bunyi chord tersebut adalah D. Hal ini dikarenakan Capo menaikkan nada senar gitar. 

2. String Winder
String Winder adalah alat untuk memutar alat pemutar yang berada di head gitar atau kepala gitar. Fungsinya untuk memutar alat pemutar gitar menjadi lebih mudah dan cepat. Biasanya digunakan untuk mengganti senar gitar agar lebih cepat. Tidak disarankan untuk menyetem senar gitar, dikarenakan dapat memutar secara berlebihan sehingga dapat mengakibatkan senar gitar putus.

3. Guitar Stand
Guitar Stand atau Stand gitar (lebih sering memakai istilah kedua) adalah tempat untuk mendirikan gitar atau untuk menyimpan gitar agar aman. Stand gitar pada umumnya ada dua macam, jenis yang pertama adalah stand gitar yang ditempatkan dilantai dan memposisikan gitar dalam posisi berdiri dan jenis yang kedua adalah stand gitar yang ditempelkan pada dinding, sehingga gitar ditaruh pada posisi menggantung. Menurut pendapat pribadi, stand gitar jenis pertama lebih aman, dikarenakan ada alat untuk menahan neck dan body gitar sehingga posisi gitar lebih kokoh.

4. Pickup & Preamp & Sound Hole Guitar
Pickup adalah aksesoris untuk menangkap suara senar gitar ke sound system (preamp, speaker, sound effect, dll). Biasanya aksesoris ini  langsung ditempatkan didalam gitar, tetapi ada juga pickup gitar yang hanya ditempelkan ke head gitar atau sound hole. Preamp fungsinya sebagai equalizer sederhana pada suara senar gitar yang ditangkap oleh pickup gitar. Biasanya terdiri dari 2 - 6 pengaturan. Sound Hole gitar adalah lubang untuk dicolok kabel jack gitar, gunanya menghubungkan preamp gitar ke sound system.

 5. Strap
Strap gitar adalah aksesoris yang digunakan untuk memainkan gitar sambil berdiri. Aksesoris ini dipopulerkan oleh guitaris cowboy (kalau tidak salah hehe) yang suka memainkan gitar sambil berdiri. Biasanya aksesoris ini digunkana oleh gitaris yang memakai gitar listrik, namun ada juga yang memakainya pada gitar akustik.

6. Tunner
Tunner adalah alat untuk menyetenm senar gitar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Biasanya Tunner digunakan dengan cara dijepit pada neck gitar, tapi ada juga yang menggunakannya dengan cara mecoloknya ke dalam sound hole (model lama). Tuneer menunjukkan suara senar gitar pada nada apa, sehingga gitaris dapat mennyetem ke nada yang diinginkan.

7. Guitar Pickguard
Guitar Pickguard berguna untuk melindungi body gitar dari lecet yang disebabkan oleh genjrengan atau petikan oleh kuku jari. Biasanya pickguard ditempelkan di sebelah lubang gitar dan biasanya digunakan oleh gitar berjenis Folk.

8. Softcase / Hardcase Guitar
Softcase / Hardcase gitar adalah tas untuk gitar. Gunanya memudahkan gitar untuk dibawa - bawa. Biasanya hardcase / softcase gitar ada yang bisa dijinjing atau talinya seperti ransel jadi bisa digendong oleh pemiliknya. Menurut pribadi lebih cocok memakai yang talinya seperti ransel, sehingga bisa dibawa kemana - mana dengan tangan yang bebas karena hanya digendong seperti tas saja.

9. Pick / Fingerpick
Pick atau Fingerpick berguna untuk membantu dalam memetik senar gitar. Perbedaan antara pick dan fingerpick hanyalah cara pakainya saja. Untuk pick, caranya dipegang dengan jari telunjuk, jari tengah, dan jempol, tetapi untuk fingerpick, cara memakainya tinggal dimasukkan saja ke jari.

Jumat, 23 Mei 2014

Aku dan Keseharianku

Menikmati Pemandangan sore di tepi Pantai
Santai sejenak sebelum mempersiapkan acara Konser

Sisa lain dari kehidupanku selain musik

Selesai ngajar musik di kelas

Selasa, 01 April 2014

DASAR PIANO

Kita akan mempelajari dasar pengetahuan minimal yang diperlukan untuk memainkan alat musik, terutama piano.Pembahasan akan dibagi dalam dua bagian berikut, yakni:

1. Keyboard – Nama Note dan posisinya
2. Pengertian Kord dan Skala 

1. Keyboard

Hal pertama tentu adalah mengenal nama-nama tombol pada keyboard. Ini tidak serumit seperti yang dibayangkan. Ada 12 tombol unik pada keyboard yang diberi nama secara alphabet dari A hingga G. Setiap tombol yang berwarna putih akan diberi nama salah satu dari alphabet ini (lupakan dulu tombol hitam untuk sementara).

Sekarang jika kita melihat keyboard, semua tombol warna putih mempunyai nama A hingga G.

Perhatikan bahwa tombol warna hitam tersusun dari sebuah kelompok yang terdiri dua tombol yang diikuti kelompok yang terdiri atas tiga tombol. Berdasarkan pengelompokkan inilah kita dapat mengidentifikasikan tombol warna putih. Contoh, tombol putih yang berada di kiri kelompok-dua-tombol-hitam disebut C. Tombol putih yang yang letaknya diantara kelompok dua tombol hitam disebut D, tombol putih yang berada di sebelah kiri kelompok 3 tombol hitam disebut F, dan lain-lain.

Nama tombol ini berulang setiap 8 tombol putih seperti dalam gambar berikut. Anda hanya perlu mengingat posisi dan nama dari 7 tombol saja.

Singkatnya, pelajari dulu nama posisi dari tombol putih sekarang. Perhatikan dengan seksama, sebaiknya lakukan di depan keybord yang sesungguhnya. Ketika anda sudah merasa telah mahir memahami nama dan posisi tombol-tombol ini, coba pejamkan mata dulu. Tekan sembarang tombol putih, buka kembali mata anda dan jawab tombol apa yang barusan anda tekan tadi.

Penamaan tombol putih pada keyboard
  Penamaan tombol hitam berdasarkan nama tombol putih yang berada di dekatnya. Hanya ada 5 tombol hitam unik pada keyboard, yang diberi nama seperti ditunjukkan berikut. Arti kruis dan mol dulu sebelum kita memahami penamaan tombol hitam. Pada dasarnya meng-kruis-kan sebuah not berarti menggeser not ke sebelah kanan (naik) secara langsung. Jadi jika kita menemukan tombol F (yang berada disebelah kiri pada kelompok 3-tombol-hitam) dan meng-kruis-kan not ini, maka geser not F ke kanan secara langsung dan kita mendapatkan tombol hitam yang disebut F kruis atau F#. Hal yang sama jika kita menggeser ke kanan dari G maka kita akan menemukan tombol hitam G# dan seterusnya.

Penamaan tombol hitam keyboard dalam pengertian kruis
Setiap tombol hitam mempunyai dua nama. Ini dikarenakan masih dari penamaan mol. Penamaan mol merupakan lawan dari penamaan kruis, yakni jika pada kruis kita naik bergeser ke kanan satu tombol, sekarang kita “turun” bergeser ke kiri satu tombol. Lihat gambar berikut untuk penamaan mol ini.

Penamaan tomvol hitam keyboard dalam pengertian mol
                                         
Jadi tombol hitam dibawah G adalah G mol atau Gb, tombol hitam di kiri A adalah Ab dan sebagainya.

Adalah sangat penting mengetahui dan mengingat kedua penamaan tombol hitam ini (nama kruis dan nama mol) sebab keduanya selalu digunakan dalam musik.

2. Kord dan Skala
Kord adalah kumpulan not yang dimainkan (ditekan) secara bersamaan. Jumlah not yang dimainkan tergantung dari tipe kord-nya. Kord biasa sering dimainkan dengan 2,3,4,5 not atau lebih yang masih memungkinkan tangan manusia untuk memainkannya. Kord merupakan fondasi dasar bangunan musik pop dan rock. Dalam melodi musik biasanya terdiri dari kord yang dimainkan pada saat itu. Kita akan melihatnya secara jelas bagaimana memahami hal ini pada bahasan-bahasan selanjutnya.

Sedangkan skala adalah runtutan dari not, ini mungkin lebih baik didemonstrasikan dengan contoh. Skala yang terkenal adalah skala C Mayor, yang dapat anda mainkan sekarang. Mulailah menekan tombol C dan mainkan setiap tombol putih hingga anda mendapatkan tombol C diatasnya lagi.

Rabu, 26 Februari 2014

Beberapa Teknik Berlatih Paduan Suara

Teknik vocal, sebenarnya merupakan dasar yang paling dasar, yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang. Biasanya, orang hanya sekedar berkumpul, sedikit pemanasan, lalu langsung menyanyi. Kadang kala ada yang menganggap, bahwa dalam paduan suara yang terpenting adalah “power”. Padahal, jika suatu lagu dinyanyikan dengan teknik, maka kita secara tidak langsung dapat menjiwai apa maksud lagu itu, sehingga orang yang mendengarkannya pun dapat pula merasakan apa yang menjadi maksud dari lagu yang tengah dinyanyikan tersebut. Jika hal itu telah dipenuhi, maka saya yakin, baik yang menyanyikan maupun yang mendengarkan, akan lebih paham, lebih mendalami secara lebih dalam dan lebih dekat sehingga pesan yang ada dalam lagu terbut dapat disampaikan dengan sempurna.
 Teknik Vokal
Adalah cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar akan terdengar lebih jelas, lebih indah, lebih merdu, dan tentunya akan lebih nyaring.

UNSUR-UNSUR TEKNIK VOKAL
1. Artikulasi adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.

2. Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sekuat-kuatnya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit-demi sedikit sesuai dengan keperluan. Pernafasan ini dibagi menjadi 3 tipe, yaitu:
     a. Pernafasan Dada: cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
     b. Pernafasan Perut: cocok digunakan dalam menyanyi, namun tidak sekuat pernafasan diafragma.
     c. Pernafasan Diafragma: adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena
       udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, dan juga memiliki power dan stabilitas
         vokal yang paling baik.

3. Phasering adalah aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah yang berlaku.
 
4. Sikap Badan adalah posisi badan ketika seseorang sedang menyanyi, bisa sambil duduk, atau berdiri, yang paling penting adalah tidak mengganggu jalannya saluran pernapasan. Namun sikap badan yang paling tepat saat menyanyi adalah berdiri tegak, tidak bungkuk dan tidak terlalu condong ke belakang (berdiri tegap).
 
5. Resonansi adalah usaha untuk memperindah suara dengan memfungsikan rongga-rongga udara yang turut bervibrasi/bergetar disekitar mulut dan tenggorokan.
 
6. Vibrato adalah usaha untuk memperidah lagu dengan cara memberi gelombang/ siara yang bergetar teratur. (Tidak boleh digunakan saat bernyanyi paduan)
 
7. Improvisasi adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan professional, tanpa merubah melodi pokok (Tidak boleh digunakan saat bernyanyi paduan).
 
8. Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat. Syarat terbentuknya intonasi yang baik adalah pendengaran yang baik, kontrol pernapasan.

Bagi yang masih belum kenal apa itu nada, di sini saya berikan pengertiannya.
NADA
adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya.

NADA MEMILIKI 4 SIFAT YANG KHAS, YAITU:
1. FITCH : yaitu ketepatan jangkauan nada.
2. DURASI : yaitu lamanya sebuah nada dibunyikan.
3. INTENSITAS : yaitu keras – lembutnya nada yang dibunyikan
4. TIMBRE : yaitu warna suara yang tiap orang berbeda.

AMBITUS SUARA adalah luas wilayah nada yang mampu dijangkau oleh seseorang. Seorang penyanyi professional harus mampu menjangkau nada-nada dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi sesuai dengan kemampuannya.

CRESENDO adalah suara dari pelan berangsur-angsur keras.
DECRESENDO
adalah suara dari keras berangsur-angsur pelan. (kebalikannya Cresendo nih.. )
STACATO
adalah suara dalam bernyanyi yang terpatah-patah.

TIPE SUARA MANUSIA ADA 3, YAITU:
1. Suara Wanita Dewasa
    Sopran (suara tinggi wanita)
    Messo Sopran (suara sedang wanita)
    Alto (suara rendah wanita)

2. Suara Pria Dewasa
    Tenor (suara tinggi pria)
    Bariton (suara sedang pria)
    Bas (suara rendah pria)

3. Suara Anak-anak
    Tinggi
    Rendah